Logika Publik

Cerdas Mencerdaskan

Wapres Gibran Kunjungi Pasar Kahayan Palangka Raya

Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke Pasar Kahayan, Senin 4 November 2024. (Foto: Istimewa)

PALANGKA RAYA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke Pasar Kahayan, salah satu pasar tradisional yang sudah lama dikenal sebagai tempat aman dari bahan berbahaya, Senin 4 November 2024.

Pasar ini mendapatkan predikat “Pasar Aman” dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 2019 berkat ketatnya pengawasan terhadap bahan berbahaya yang mungkin terdapat dalam produk makanan.

Siti Majidah, pedagang bahan pokok yang telah berjualan di Pasar Kahayan selama lebih dari 20 tahun, mengungkapkan kegembiraannya ketika Wapres membeli beberapa dagangannya.

“Beliau beli lombok satu kilo, bawang satu kilo, dan asam satu kilo,” ujarnya sambil tersenyum bangga.

Siti menyebutkan bahwa di pasar ini hanya bahan pangan yang aman dan terseleksi yang diperbolehkan untuk dijual, sehingga keamanan konsumsi untuk masyarakat bisa terjaga.

Pedagang lainnya, Hidayati, yang menjual perlengkapan rumah tangga, juga menyampaikan harapannya agar pasar tradisional dapat terus mendapat perhatian pemerintah di tengah maraknya pasar modern.

“Semoga usaha rakyat kecil bisa terus berkembang. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah agar usaha-usaha kecil seperti ini bisa bertahan dan semakin maju,” ungkapnya.

Pasar Kahayan kini menjadi contoh bagi pasar tradisional lain di Kalimantan Tengah. Pasar ini konsisten menjaga kualitas produk dengan melakukan pengawasan ketat terhadap bahan berbahaya, termasuk pewarna tekstil, formalin, dan zat kimia lainnya yang kerap ditemukan pada produk makanan.

Standar keamanan ini diharapkan dapat menginspirasi pasar-pasar lain untuk ikut menjaga kesehatan pangan yang mereka tawarkan.

Wakil Presiden Gibran menyampaikan apresiasi terhadap upaya pasar ini dalam menjaga keamanan pangan.

Ia menegaskan bahwa keberadaan pasar yang aman dari bahan berbahaya sangat penting untuk kesehatan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih sangat bergantung pada pasar tradisional.

“Pasar Kahayan ini bisa jadi inspirasi bagi pasar-pasar lain di Indonesia. Keamanan pangan harus menjadi prioritas bersama demi kesehatan masyarakat,” tutur Wapres.

(Asa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini