BMKG Perkirakan Puncak Musim Kemarau di Kalteng Terjadi pada Agustus hingga September 2026
PALANGKA RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya memprediksi puncak musim kemarau di Kalimantan Tengah akan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Prakirawan BMKG Palangka Raya, Alfandy, mengatakan secara umum wilayah Kalimantan Tengah saat ini telah memasuki musim kemarau, terutama disebagian wilayah timur Kalteng (Barito Timur dan Barito Selatan) dan sebagian selatan Kalteng (kapuas bagian Selatan dan Pulang Pisau Selatan). Berdasarkan analisis BMKG, puncak musim kemarau akan terjadi secara bertahap disetiap wilayah
“Puncak kemarau di Kalimantan Tengah diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Untuk sebagian besar wilayah tengah dan selatan diperkirakan mencapai puncaknya pada September, sedangkan wilayah utara lebih dahulu memasuki puncak kemarau pada Agustus,” ujar Alfandy saat diwawancarai, Jumat, 10 Juli 2026.
Ia menjelaskan, dalam dua pekan terakhir curah hujan di Kalimantan Tengah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah daerah mulai mengalami kekeringan dan meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Secara umum curah hujan di Kalimantan Tengah dalam hampir dua minggu terakhir turun drastis. Hal itu menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekeringan sehingga mempermudah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Menurut Alfandy, potensi tersebut saat ini banyak ditemukan di wilayah Kalimantan Tengah bagian tengah dan sebagian besar wilayah lainnya. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran saat musim kemarau berlangsung.
Selain melakukan pemantauan kondisi cuaca secara berkelanjutan, BMKG juga terus menyampaikan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini kepada pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat sebagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau.
BMKG mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya kebakaran hutan dan lahan yang berisiko meningkat selama puncak musim kemarau.
(TA)
















Tinggalkan Balasan