Kejar Target 18,8 Persen, Pj Sekda Kalteng Minta Optimalisasi Data Penurunan Stunting
PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memacu seluruh instansi untuk mengoptimalkan penggunaan data dalam upaya menurunkan angka stunting. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kalteng, Linae Victoria Aden, menyebut akurasi data menjadi kunci kebijakan yang efektif guna mencapai target prevalensi stunting 18,8 persen pada 2026.
Dalam Rakorda Program Bangga Kencana yang digelar di Palangka Raya, Rabu, 29 April 2026, Linae memaparkan bahwa posisi stunting Kalteng berada di angka 22,1 persen pada 2024. “Penurunan ini patut disyukuri, namun dengan target 18,8 persen pada 2026, diperlukan upaya yang lebih optimal,” ungkapnya.
Ia menginstruksikan jajarannya untuk melakukan monitoring ketat pada 31 indikator layanan serta evaluasi realisasi anggaran. Selain stunting, Linae menyoroti faktor risiko lainnya yang muncul dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) 2025. “Namun masih terdapat indikator yang perlu menjadi perhatian, yakni persentase kehamilan tidak diinginkan, yang juga berkaitan erat dengan upaya penurunan stunting,” jelasnya.
Senada dengan pemerintah daerah, Deputi Bidang Penggerakan BKKBN Pusat, Wahyuniati, yang hadir secara daring, meminta strategi di lapangan segera dipertajam. “Seluruh pihak diharapkan dapat menyusun strategi bersama untuk meningkatkan capaian program, sekaligus mengatasi berbagai tantangan yang masih dihadapi di lapangan,” tuturnya.
Acara ini juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada pemerintah kabupaten/kota yang telah merampungkan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025–2029 sebagai bentuk apresiasi atas komitmen administrasi dan kinerja di daerah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan