Logika Publik

Cerdas Mencerdaskan

Disdik Kalteng Wajibkan Bahasa Daerah dan Pakaian Adat di Sekolah Setiap Kamis Mendapat Pujian Dari Warganet

Plt Kadisdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo (Foto Istimewa)

PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) mulai menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh siswa jenjang SMA/sederajat untuk menggunakan bahasa daerah dan mengenakan pakaian adat setiap hari Kamis. Siswa laki-laki diwajibkan memakai lawung, sementara siswi perempuan mengenakan sumping.

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat melakukan kunjungan ke SMAN 1 Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Sabtu 21 Juni 2025.

Ia menegaskan kebijakan ini merupakan bagian dari visi Gubernur H Agustiar Sabran dalam memperkuat identitas lokal di lingkungan pendidikan. “Selain menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya sendiri, ini juga bentuk penghargaan terhadap kearifan lokal yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman,” kata Reza saat berdialog dengan siswa dan guru.

Respons masyarakat pun cukup antusias. Di media sosial, sejumlah komentar mendukung kebijakan ini. Akun @ekoyuliantonugroho89 menulis, “Saya dulu pas SMA tiap hari di sekolah pake bahasa daerah.” Sementara akun @kritisi_99 berkomentar, “Di era teknologi dan zaman makin modern, budaya nusantara mulai tergantikan oleh budaya asing. Semoga masih bisa kita pertahankan.”

Beberapa tanggapan disampaikan dalam bahasa daerah. Seperti akun @rafif_salahuddin_rahman yang menulis, “Te ye harun gubernur itah ara,” artinya “Itu dia baru gubernur kita.”

Menanggapi kekhawatiran soal biaya pakaian adat, Reza menjelaskan bahwa sekolah bisa mengajarkan siswa untuk membuatnya sendiri. Bahkan, busana tersebut bisa diproduksi dan dijual melalui expo atau bazar sekolah.

Disdik Kalteng akan melakukan pengawasan dan pembinaan agar program ini berjalan optimal di semua sekolah. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat jati diri generasi muda Kalimantan Tengah melalui pendidikan.

(Jv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini