Logika Publik

Cerdas Mencerdaskan

TV Interaktif Menjadi Penyemangat Belajar Siswa Pelosok Kalteng

Plt Kadisdik Kalteng Muhammad Reza Prabawo bersama Siswi SMAN 1 Kuala Kurun Novelyn Clearesta (istimewa)

KUALA KURUN – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam meningkatkan kualitas pendidikan hingga ke pelosok terus menunjukkan hasil nyata. Salah satunya dirasakan langsung oleh siswa SMA Negeri 1 Kuala Kurun, Novelyn Clearesta, yang merasakan manfaat besar dari bantuan perangkat teknologi pembelajaran berupa TV interaktif.

Dalam kegiatan ramah tamah Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah bersama orang tua siswa, guru, dan tenaga kependidikan di Kabupaten Gunung Mas, Sabtu (21/6), Novelyn menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah.

“Perkembangan pendidikan sekarang sangat luar biasa. Kami sangat terbantu dengan adanya papan tulis interaktif atau TV interaktif ini. Setiap hari kami gunakan dalam proses pembelajaran di kelas. Sangat memudahkan kami belajar dan membuat kami lebih inovatif. Terima kasih Pak Kadis, terima kasih juga kepada Bapak Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo,” ungkap Novelyn penuh semangat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menilai semangat para siswa menjadi indikator positif dari kemajuan sektor pendidikan di daerah ini.

“Tadi kita lihat bagaimana semangat anak-anak. Ini menandakan bahwa sudah waktunya Kalimantan Tengah maju. Apa yang menjadi cita-cita Bapak Gubernur adalah pendidikan yang berkualitas, merata dari pedesaan, pedalaman hingga perkotaan. Tidak boleh ada lagi kesenjangan antara pendidikan di kota dan di desa,” tegas Reza.

Ia menambahkan, dengan wilayah seluas lebih dari 153 ribu kilometer persegi, Kalimantan Tengah menghadapi tantangan tersendiri dalam pemerataan akses pendidikan. Namun, inovasi berbasis teknologi menjadi solusi yang diandalkan.

“Kita punya aplikasi satu-satunya di Indonesia, namanya Pena Kalteng. Melalui aplikasi ini, peta sekolah di seluruh Kalteng dapat dipantau secara by location. Ini berbeda dengan daerah lain seperti Yogyakarta atau Semarang, di mana jarak antar sekolah hanya 1–2 km. Di Kalteng, kondisinya berbeda, tapi Pena Kalteng membantu kita menjembatani itu,” pungkasnya.

Langkah-langkah strategis ini menjadi bukti nyata dari upaya Pemprov Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo dalam mewujudkan pemerataan pendidikan, bahkan hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Bumi Tambun Bungai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini