Logika Publik

Cerdas Mencerdaskan

Program Beasiswa Tabe Diminta Dijaga, Tak Dijadikan Komoditas Politik

Plt. Kadisdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo (Foto: ist)

PALANGKA RAYA – Program beasiswa Tabungan Berkah (Tabe) diminta tidak dijadikan komoditas politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Tengah (Kalteng) 2024. Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo, menyusul pelaporan Gubernur, beserta 10 pejabat lainnya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Menurut saya, Tabe itu program yang baik yang harus dilanjutkan. Kita harus bersama-sama menjaga dan mengawal agar tidak menjadi komoditas politik yang menguntungkan atau merugikan satu pihak,” ujar Reza, Senin 11 November 2024.

Reza mengajak masyarakat untuk berpikiran positif terhadap program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Pelaporan tersebut memakan waktu dan energi untuk memberikan klarifikasi yang sebenarnya tidak diperlukan. Namun program yang berdampak positif seharusnya tidak dijadikan polemik.

“Kalau dilaporkan Tabe itu seperti ini, jelas memakan waktu pemerintah yang niatnya baik. Proses klarifikasi memakan waktu, padahal membagi waktu sehari-hari saja sudah cukup sulit,” tambahnya.

Terkait rekomendasi penerima beasiswa, Reza menjelaskan pihaknya tidak hanya mengandalkan rekomendasi DAD, tetapi juga dari organisasi lain seperti Himpunan Mahasiswa (HIMA).

“Ada penerima Tabe yang tidak menggunakan rekomendasi DAD tetapi tetap diterima karena data dipadankan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial RI,” jelasnya.

Reza menegaskan, rekomendasi DAD bertujuan memastikan penerima Tabe adalah masyarakat asli Kalteng. Ia menilai kerja sama antara DAD dan pemerintah provinsi selama ini berjalan baik, namun isu ini mencuat setelah Ketua DAD Agustiar Sabran mencalonkan diri sebagai gubernur.

“Sebelum ada Pilkada dan Pileg, semuanya berjalan baik. DAD dan pemprov selalu berdampingan. Baru kali ini menjadi masalah karena Pak Agustiar mencalon. Saya sendiri tidak tahu jika beliau akan mencalonkan. Pertanyaan saya, jika bukan Ketua DAD yang mencalon, apakah isu ini akan dipermasalahkan? Saya rasa tidak. Ini logika sederhana saja,” ucapannya.

Reza berharap masyarakat dapat menyikapi permasalahan ini dengan bijak dan tidak membiarkan program yang memiliki niat baik terdistorsi oleh kepentingan politik.

(Jf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini