Pertemuan HIV dan TBC Joint Planning Kalteng: Sinergi Penanganan Masalah Kesehatan
PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyelenggarakan Pertemuan HIV dan TB Joint Planning di tingkat provinsi untuk tahun 2024 di Hotel Fovere Palangka Raya, Rabu 23 Oktober 2024.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk merancang kolaborasi dalam penanganan HIV dan tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Kalteng.
Plt. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Lilyk Rakhmawaty, membuka pertemuan ini. Dalam sambutannya, Lilyk menyampaikan bahwa Indonesia masih menempati urutan kedua di dunia sebagai negara dengan beban TBC tertinggi. TBC juga menjadi penyebab utama kematian pada orang dengan HIV (ODHIV).
“TBC merupakan infeksi oportunistik yang paling sering terjadi pada ODHIV. Karena itu, penanganan yang terintegrasi antara program TBC dan HIV sangatlah penting untuk mengurangi angka kematian,” ujar Lilyk.
Menurut Lilyk, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan “Petunjuk Teknis Kolaborasi TBC-HIV” yang menjadi panduan bagi tenaga kesehatan di fasilitas layanan kesehatan untuk melakukan penanganan yang lebih sinergis antara kedua program.
Lilyk juga memaparkan data capaian di Kalimantan Tengah per Juni 2024. Dari target 85 persen, baru 41 persen pasien TBC yang telah mengetahui status HIV-nya.
Sementara, capaian pasien TBC HIV yang mendapat antiretroviral therapy (ART) hanya mencapai 20 persen dari target 95 persen. Di sisi lain, 86 persen ODHIV baru di Kalteng sudah mendapatkan skrining TBC, namun hanya 6 persen dari target 55 persen ODHIV yang menerima terapi pencegahan TBC (TPT).
“Kami berharap, melalui pertemuan ini, kita dapat bersama-sama merumuskan rencana strategis yang mampu meningkatkan kolaborasi antara program TB dan HIV, sehingga bisa lebih efektif dalam meminimalkan angka kehilangan tindak lanjut (Loss to Follow Up) pada pasien,” tutup Lilyk.
Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai stakeholder di bidang kesehatan, termasuk para petugas dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang menangani pasien TBC dan HIV di Kalteng.
















Tinggalkan Balasan