Logika Publik

Cerdas Mencerdaskan

Gubernur dan Wagub Kalteng Disambut Prosesi Adat Dayak saat Memasuki Istana Isen Mulang

Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Edy Pratowo saat mengikuti prosesi adat Dayak Pantan Balanga sebelum masuk ke Istana Isen Mulang, Rujab Gubernur Kalteng (foto: ist)

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo disambut prosesi adat Dayak saat memasuki Istana Isen Mulang, rumah jabatan Gubernur Kalteng, pada Selasa 4 Maret 2025.

Setibanya di Istana Isen Mulang, Agustiar dan Edy menjalani prosesi adat Lawang Sakepeng dan Pantan Balanga sebagai bentuk penghormatan sebelum memasuki rumah jabatan. Keduanya juga menerima doa dari tokoh lintas agama yang hadir secara bergiliran.

Sebelum menuju Istana Isen Mulang, Agustiar menyopiri sendiri kendaraan dinas berpelat merah dengan nomor polisi KH 1, yang membawa dirinya, Edy Pratowo, serta Ketua TP PKK Kalteng.

Kedatangan mereka di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, disambut antusias oleh jajaran kepala perangkat daerah (OPD) Provinsi Kalteng, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta puluhan mahasiswa.

Sebelumnya, Agustiar dan Edy menghadiri retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Dalam keterangannya kepada awak media, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan komitmennya untuk bekerja demi kemajuan daerah.

“Kami akan terus bekerja terutama menyangkut masalah lumbung pangan, makan bergizi gratis dan banyak lagi yang lainnya salah satunya jalan ke Gunung Mas,” ujar Agustiar.

Pada Rabu 5 Maret 2025, Agustiar dan Edy dijadwalkan menyampaikan visi dan misi mereka di hadapan DPRD Kalteng.

Setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, Agustiar dan Edy langsung mengikuti retret kepala daerah di Akmil Magelang selama sepekan. Mereka menggantikan Gubernur sebelumnya, Sugianto Sabran, yang telah menjabat selama dua periode.

Agustiar dan Edy akan memimpin Kalteng untuk periode 2025-2030 dengan visi pembangunan berkelanjutan bagi daerah.

(Jf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini