Logika Publik

Cerdas Mencerdaskan

Ekonomi Kalteng Triwulan I-2026 Tumbuh 3,79 Persen, Sektor Pertambangan Jadi Motor Utama

Plt. Kepala BPS Provinsi Kalteng Maria Wahyu Utami saat paparkan rilis kondisi sosial ekonomi Kalteng (Foto: ist)

PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan I-2026 tumbuh sebesar 3,79 persen secara tahunan (year-on-year). Sektor pertambangan tercatat menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dalam periode ini.

Data tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Sektor Pertambangan, Maria Wahyu Utami, dalam rilis indikator strategis di ruang Vicon BPS Kalteng, Selasa (5/5/2026). Selain pertumbuhan ekonomi, BPS juga memaparkan kondisi ketenagakerjaan, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) 2025, serta hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.

“Secara umum, kondisi ekonomi dan sosial Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan,” ujar Maria.
Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Dominan

Meski tumbuh positif secara tahunan, ekonomi Kalteng mengalami kontraksi sebesar 7,46 persen jika dibandingkan dengan triwulan IV-2025 (quarter-to-quarter). Adapun nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat mencapai Rp61,04 triliun.

Struktur ekonomi daerah masih ditopang oleh lima sektor utama: pertanian, industri pengolahan, perdagangan, pertambangan, dan konstruksi. Dari sisi pengeluaran, ekspor menjadi kontributor terbesar, sementara konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,16 persen.

Geliat ekonomi juga dipicu meningkatnya konsumsi rumah tangga selama momentum hari besar keagamaan dan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Di sektor produksi, terjadi lonjakan pada hasil padi, namun komoditas kelapa sawit dan bauksit justru menyusut akibat faktor cuaca dan kendala administratif.

Ketenagakerjaan dan Kesetaraan Gender
Per Februari 2026, jumlah angkatan kerja di Kalteng mencapai 1,50 juta orang dengan penduduk bekerja sebanyak 1,45 juta orang.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun ke angka 3,44 persen, dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja sebanyak 6,68 ribu orang dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sektor pertanian, perdagangan, dan pertambangan tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak. Kualitas tenaga kerja juga menguat dengan meningkatnya proporsi pekerja formal menjadi 49,33 persen dan pekerja penuh waktu mencapai 69,98 persen.

Terkait kesetaraan gender, IKG Kalteng tahun 2025 membaik di angka 0,534. Penurunan indeks ini didorong oleh meningkatnya partisipasi perempuan di bidang pendidikan, legislatif, dan pasar kerja.

Hasil SUPAS 2025 menunjukkan jumlah penduduk Kalteng mencapai 2,85 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,34 persen per tahun. Meski pertumbuhan melambat, struktur penduduk didominasi usia produktif dengan rasio ketergantungan yang menurun menjadi 42,62.

Data menunjukkan angka kematian bayi turun menjadi 16,21 per 1.000 kelahiran hidup. Namun, BPS mencatat adanya tren penuaan penduduk (ageing population) di beberapa wilayah, ditandai dengan peningkatan proporsi penduduk lanjut usia menjadi 9,22 persen.

Secara keseluruhan, Maria menyimpulkan bahwa berbagai indikator menunjukkan Kalimantan Tengah berada pada jalur stabil dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, kualitas tenaga kerja, dan kesetaraan gender. Namun, ia menekankan perlunya upaya berkelanjutan untuk mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi disparitas antarwilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version