Dua Figur Kuat Diprediksi Bertarung di Pilkada Ulang Barito Utara ?
Palangka Raya – Aroma persaingan kian menguat menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) ulang di Kabupaten Barito Utara. Dua nama dengan latar belakang kuat mencuat sebagai kandidat utama: Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Jimmy Carter, dan mantan Kepala Dinas PUPR Kalteng, Salahudin.
Jimmy Carter resmi diusung Partai Demokrat untuk menggantikan posisi Ahmad Gunadi Nadalsyah (Agi). Keputusan ini disebut sebagai kelanjutan estafet politik dari mantan Bupati Barito Utara dua periode, Nadalsyah atau yang akrab disapa Koyem, yang tak lain adalah kakak kandung Jimmy.
“Berdasarkan diskusi dari DPD Partai Demokrat Kalteng dan keluarga besar Nadalsyah, kami bersepakat mengusung Pak Haji Jimmy Carter,” ujar Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalteng, Junaidi, saat dikonfirmasi, Minggu (26/5).
Partai Demokrat juga telah menetapkan figur calon wakil bupati yang akan mendampingi Jimmy, yakni Inriaty Karawaheni. Sosok birokrat senior yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Barito Utara itu dinilai mumpuni dalam mendampingi Jimmy.
“Dan wakilnya Ibu Inriaty Karawaheni, yang merupakan seorang birokrat murni,” tambah Junaidi, mempertegas posisi Demokrat dalam mengusung pasangan ini.
Meski Partai Demokrat sudah solid, sinyal dukungan dari partai lain mulai bermunculan. Foto Jimmy Carter yang memegang berkas pendaftaran bersama Ketua DPC Partai Gerindra Barito Utara sempat beredar luas. Namun, Gerindra belum menyatakan sikap secara resmi terkait dukungan.
“Walaikum salam, mohon maaf, belum ada arahan dari Partai Gerindra. Belum ada info dari Ketua DPC Barut mengenai foto pendaftaran Jimmy Carter,” jelas Ketua Tim Penjaringan Gerindra Kalteng, Endang Susilawatie.
Sementara itu, Salahudin disebut sebagai lawan potensial dalam kontestasi ini. Mantan Kepala Dinas PUPR Kalteng itu dikabarkan akan menggantikan posisi H. Purman Jaya (H. Gogo) dan disebut-sebut telah mendapat lampu hijau dari DPW PKB Kalteng. Namun, Ketua DPW PKB, Habib Ismail Bin Yahya, menyatakan bahwa keputusan akhir masih menunggu rekomendasi dari pusat.
“Semua akan jelas setelah rekomendasi keluar. Silakan tanya ke H. Gogo-nya langsung atau Shalahudin,” ujarnya.
Habib juga menambahkan bahwa nama calon wakil untuk mendampingi Salahudin masih dalam tahap pembahasan. “Yang masih digodok saat ini adalah nama wakilnya (Salahudin),” tandasnya.
















Tinggalkan Balasan