Logika Publik

Cerdas Mencerdaskan

Debat Panas Pilgub Kalteng: Agustiar-Edy Sarankan Setiap Palon Tes Urine Secera Dadakan

Tangkapan layar pasangan calon nomor urut 3, Agustiar Sabran dan Edy Pratowo, menanggapi jawaban pasangan calon nomor urut 2, H. Nadalsyah Koyem dan H. Supian Hadi (SHD). (Foto: Metro TV)

PALANGKA RAYA – Panelis dalam debat publik kedua untuk calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), di Grand Studio Metro TV, Jakarta, Selasa 5 November 2024 malam, menyusun sepuluh pertanyaan yang berfokus pada tema “Inovasi Pelayanan Publik dalam Menyelesaikan Persoalan Daerah.”

Panelis yang terdiri dari guru besar, dosen, dan pegiat kebudayaan Dayak ini mengangkat isu-isu yang diharapkan dapat mengukur komitmen para calon dalam mengatasi tantangan di wilayah Kalteng.

Pertanyaan pertama yang diajukan berkaitan dengan penyebaran narkoba yang meluas di Kalteng, termasuk di perkotaan, pedesaan, hingga area perkebunan dan pertambangan. Menurut data, sekitar 10.108 orang atau 0,7% dari total penduduk Kalteng terlibat penyalahgunaan narkoba. Tradisi lokal “Takar Kuntep Tuang Penuh,” yang merujuk pada konsumsi alkohol berlebihan, turut disoroti sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan narkoba.

Panelis menanyakan kepada pasangan calon nomor urut 2, H. Nadalsyah Koyem dan H. Supian Hadi (SHD), mengenai langkah konkret yang akan mereka ambil dalam mengatasi masalah ini.

Menjawab pertanyaan tersebut, calon gubernur Koyem, yang hadir tanpa wakilnya karena SHD sedang sakit, menyatakan bahwa jika terpilih, ia akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mendeteksi serta menutup jalur masuk narkoba ke wilayah Kalteng.

“Kami akan mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba dan menutup pintu masuk narkoba dengan bekerjasama dengan aparat penegak hukum di seluruh Kalteng,” ujar Koyem.

Menanggapi jawaban tersebut, pasangan calon nomor urut 3, Agustiar Sabran dan Edy Pratowo, menekankan pentingnya menjadi role model dan teladan bagi masyarakat.

Mereka menyarankan BNN untuk melakukan tes urine mendadak bagi pasangan calon selama masa kampanye untuk memastikan para kandidat bebas narkoba.

“Kami siap untuk dites kapan saja demi menjamin masyarakat Kalteng memiliki pemimpin yang bersih dari narkoba,” tegas Agustiar.

Pasangan calon nomor urut 4, Abdul Razak dan Sri Suwanto (ASRI), menyatakan keprihatinan terhadap penyalahgunaan narkoba, khususnya di sektor pertambangan dan perkebunan.

Menurut Razak, dua sektor tersebut berpotensi tinggi terpapar narkoba karena keterlibatan pekerja muda.

“Kami sangat prihatin dan akan melakukan langkah serius untuk mengatasi penyebaran narkoba di wilayah ini,” ungkapnya.

Sementara itu, pasangan calon nomor urut 1, Willy Midel Yoseph dan Habib Ismail bin Yahya, mengemukakan pendekatan preventif, kuratif, dan rehabilitatif untuk menangani masalah narkoba di Kalteng.

Menurut Willy, pihaknya akan mendirikan pusat rehabilitasi dan memberikan pendampingan bagi pengguna narkoba.

“Kami juga akan bekerjasama dengan aparat untuk memastikan upaya pencegahan berjalan dengan efektif,” kata Willy.

(Asa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini