Logika Publik

Cerdas Mencerdaskan

Bawaslu Palangka Raya Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif untuk Pilkada Serentak 2024

Foto bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan setelah sosialisasi pengawasan partisipatif di Universitas Palangka Raya pada Selasa, (15/10/2024). (Foto: ist)

PALANGKA RAYA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palangka Raya mengadakan sosialisasi pengawasan partisipatif menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Acara ini berlangsung di Universitas Palangka Raya (UPR) pada Selasa (15/10/2024), dan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa serta akademisi tentang pentingnya pengawasan dalam proses pemilu yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), yang melibatkan Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan. Kolaborasi ketiga lembaga ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga integritas pemilu serta mencegah pelanggaran.

Ketua Bawaslu Kota Palangka Raya, Endrawati, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah preventif untuk meminimalkan pelanggaran pemilu. “Kami ingin memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya mahasiswa, tentang aturan yang berlaku selama Pilkada. Hal ini penting agar pelanggaran dapat diminimalkan,” katanya.

Endrawati menekankan peran aktif akademisi dalam memastikan proses demokrasi yang bersih dan adil. Ia mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk berpartisipasi dalam pengawasan Pilkada, demi kelancaran demokrasi di Kalimantan Tengah.

Ia juga mengingatkan tentang potensi penyalahgunaan posisi mahasiswa selama pemilu. “Kami berharap tidak ada lagi mobilisasi mahasiswa untuk melakukan pelanggaran saat pencoblosan, seperti yang terjadi pada Pemilu 2019 lalu. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Dalam sosialisasi tersebut, Endrawati menjelaskan peran Sentra Gakkumdu dalam penanganan pelanggaran Pilkada. Ia memastikan bahwa Bawaslu akan bekerja sama dengan Kepolisian dan Kejaksaan untuk menindaklanjuti laporan pelanggaran, baik yang bersifat administratif maupun pidana.

Bawaslu juga berharap mahasiswa dan akademisi dapat menjadi mitra dalam pengawasan partisipatif. “Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam menjaga integritas pemilu. Kami berharap mereka ikut serta memastikan Pilkada berjalan dengan jujur, adil, dan bersih,” ujarnya.

Acara sosialisasi ini mendapat tanggapan positif dari para mahasiswa yang hadir, yang menyatakan keinginan untuk berkontribusi aktif dalam menjaga proses demokrasi di Kalimantan Tengah dan mewujudkan pemilu yang bebas dari pelanggaran.

(Asa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini