Pengrajin Rotan Dari Kapuas Raih Omzet Setengah Miliar Per Bulan
PALANGKA RAYA – Industri kerajinan rotan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), menunjukkan potensi besar melalui kesuksesan Ipit Rotan yang meraup omzet Rp500 juta per bulan dari penjualan tas dan produk kerajinan rotan.
“Kami mempekerjakan 10 sampai 15 pengrajin dan memiliki gudang penyimpanan untuk mengelola permintaan yang terus meningkat,” kata Fitri (31), pemilik Ipit Rotan, saat mengikuti Jambore Tani 2024 di GOR Indoor Palangka Raya, Selasa 22 Oktober 2024.
Usaha yang dirintis orang tuanya sejak 1985 dan dilanjutkan Fitri pada 2015 ini telah menembus pasar Bali dan Cirebon. Bahkan, produknya diekspor ke China melalui perusahaan mitra di Banjarmasin.
“Permintaan meningkat saat pameran di Ibu Kota Nusantara. Kami juga bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk produksi tikar rotan,” ujarnya.
Fitri mengakui sempat terpuruk saat pandemi Covid-19, namun bangkit kembali akhir 2022 berkat dukungan promosi dari istri Gubernur Kalimantan Tengah yang menggunakan produk tas rotannya.
Ipit Rotan menjual tas rotan murni dengan harga Rp50 ribu hingga Rp150 ribu. Sementara tas kombinasi kulit asli dibanderol Rp100 ribu sampai Rp500 ribu.
Meski sukses, Fitri menghadapi kendala regenerasi pengrajin. “Pengrajin rotan yang ada sekarang sudah tua, sedangkan penerusnya masih sangat sedikit,” tuturnya.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah Kabupaten Kapuas masih minim dibanding bantuan dari pemerintah provinsi untuk pengembangan industri rotan.
















Tinggalkan Balasan