Plt Kadisdik Kalteng Dorong Guru Terapkan Pembelajaran Hybrid dalam Sistem Huma Betang Digital
PALANGKA RAYA – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mendorong para guru untuk menerapkan pembelajaran hybrid dalam mendukung transformasi digital melalui sistem Huma Betang Digital.
Pernyataan tersebut disampaikan Reza saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Guru dalam Penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) se-Kalimantan Tengah Tahun 2025 di Hotel M Bahalap, Palangka Raya, Jumat 4 Juni 2025.
Reza menegaskan pentingnya adaptasi guru terhadap model pembelajaran hybrid, yaitu kombinasi antara tatap muka dan virtual, serta pemanfaatan teknologi pendidikan yang telah tersedia.
“Sekarang ada jadwal guru mengajar secara hybrid, saya ingin saat mereka mengajar hybrid itu masuk ke jam mereka mengajar, karena ada peraturan dari Pak Menteri, dari 24 jam diturunkan menjadi 18 jam,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar guru diberi ruang untuk mengajar secara virtual lintas sekolah, sebagai bentuk kolaborasi antar satuan pendidikan. Hal ini dinilai relevan dengan kesiapan infrastruktur yang sudah dimiliki Kalimantan Tengah, seperti televisi interaktif dan jaringan digital antar sekolah.
“Kita sudah punya fasilitas. Jam mereka juga sudah diakui. Maka, beri mereka ruang untuk mengajar secara virtual lintas sekolah. Ini bagian dari semangat Merdeka Belajar yang harus benar-benar kita rasakan,” tambahnya.
Selain itu, Reza menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Kalteng tengah memantapkan implementasi Huma Betang Digital, yakni sistem kelas digital yang dilengkapi papan tulis interaktif. Guru yang menggunakan perangkat tersebut diwajibkan login sebelum mulai mengajar. Data pengajaran akan tercatat otomatis dan dapat dipantau langsung oleh Gubernur.
“Kita sudah menyediakan Huma Betang Digital, jadi ini adalah kelas digital. Kita wajibkan setiap guru yang menggunakan papan tulis digital untuk login. Ketika login, maka detik mengajarnya langsung dimulai dan hal tersebut bisa dilihat langsung oleh Pak Gubernur,” jelasnya.
Menariknya, papan tulis interaktif itu juga dilengkapi kamera yang memungkinkan aktivitas belajar-mengajar dipantau secara real time, sebagai bentuk transparansi dan peningkatan akuntabilitas dalam tata kelola pendidikan.
“Guru yang sedang mengajar apa, dan siapa yang mengajar, itu dapat dilihat. Setiap papan tulis interaktif ada kameranya. Ini sedang dalam pengembangan dan dimantapkan. Ini lompatan kita di dunia pendidikan di Kalimantan Tengah,” lanjutnya.
Menurut Reza, inovasi sistem pendidikan harus dibarengi semangat kebersamaan. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus kompak dan tidak ragu bergerak lebih maju dari daerah lain.
“Kita sama-sama harus kompak, harus mendukung agar pendidikan di Kalimantan Tengah ini terus meningkat dan jangan mau kalah dari provinsi lain. Kalimantan Tengah harus One Step Ahead,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa Kalimantan Tengah harus menjadi agent of change atau agen perubahan dalam dunia pendidikan. Menurutnya, menjadi pembaharu berarti berani berpikir dan bertindak lebih dulu dari yang lain.
“Kalimantan Tengah harus jadi pembaharu. Mungkin yang lain belum bikin, kita sudah bikin. Yang lain belum pikirkan, kita sudah lakukan,” ujarnya.
















Tinggalkan Balasan