Logika Publik

Cerdas Mencerdaskan

Pelatihan Guru Huma Betang, Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kalteng

Kelompok Kerja Guru (KKG) Maringgi Ilmu, yang digelar pada Sabtu (14/6/2025) di SKH Negeri 1 Buntok.

Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, program bertajuk “Pelatihan Guru Huma Betang” resmi digulirkan untuk guru-guru di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Khusus  (SMA-SKH).

Program yang dijalankan selama satu tahun penuh ini menjadi salah satu inisiatif strategis dalam mendorong profesionalisme dan kapasitas guru di wilayah Kalimantan Tengah. Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk penyempurnaan dari program-program sebelumnya yang sejenis.

“Pelatihan Guru Huma Betang adalah program pelatihan peningkatan kompetensi para guru SMK serta SMA-SKH di Kalimantan Tengah secara berkesinambungan selama satu tahun untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pelatihan ini merupakan penyempurnaan dari program-program pelatihan sebelumnya,” jelas Reza saat diwawancarai pada Senin (16/6).

Reza mengungkapkan bahwa pelatihan ini tidak hanya menekankan pada metode mengajar yang kreatif dan menyenangkan, tetapi juga membekali para guru dengan keterampilan menangani dinamika karakter siswa di kelas.“Tujuan utama dari pelatihan ini adalah agar para pendidik di Kalteng mampu mengajar di depan kelas dengan cara yang seru dan menarik tanpa menghilangkan esensi pelajaran,” ujarnya.

Tak hanya itu, pelatihan ini juga mengusung aspek kesejahteraan psikologis baik bagi siswa maupun guru. Guru didorong untuk mampu menjaga kesehatan mentalnya sendiri, sekaligus membimbing siswa agar tetap semangat dalam belajar di tengah berbagai tantangan.

“Pelatihan ini juga membekali guru dengan kemampuan dalam menangani persoalan siswa yang unik sesuai karakter masing-masing, menjaga kesehatan mental siswa maupun diri sendiri, serta menginspirasi dan memotivasi siswa agar lebih bersemangat dalam belajar,” tambahnya.

Pelatihan ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu pelatihan wajib dan umum. Pelatihan wajib ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dasar seluruh guru, sementara pelatihan umum bersifat opsional dan mencakup topik-topik seperti personal branding, pemanfaatan media sosial, jaringan profesional, serta keterampilan pendukung lainnya.

Khusus untuk guru di lingkungan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMA-SKH), terdapat materi pelatihan yang secara khusus dirancang untuk menghadapi tantangan dalam mengajar siswa berkebutuhan khusus.

“Khusus untuk guru SKH, terdapat pelatihan yang dirancang untuk membekali guru dengan teknik-teknik praktis dalam menghadapi berbagai kondisi dan perilaku siswa berkebutuhan khusus,” terang Reza.

Pelatihan dilakukan secara daring melalui platform Learning Management System (LMS). Para guru dapat mengakses materi pelatihan berupa video yang bisa dipelajari kapan saja, di mana saja, dan diulang sesuai kebutuhan masing-masing peserta.

“Pelatihan dilakukan secara mandiri melalui LMS. Bapak/Ibu dapat belajar melalui video pelatihan di LMS kapan saja dan di mana saja, menyesuaikan waktu terbaik masing-masing. Materi pelatihan pun dapat diulang-ulang tanpa batas selama satu tahun hingga pemahaman benar-benar sempurna. Dengan demikian, hasilnya, InsyaAllah, akan maksimal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini