Dunia Pendidikan Didorong Cetak Petani Muda, Kalteng Targetkan 100.000 Hektar Lahan Padi
Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk mendorong dunia pendidikan berperan aktif dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan sektor pertanian masa depan. Hal ini disampaikan langsung Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, dalam Gerakan Tanam Padi Serentak yang digelar virtual bersama Presiden RI dan Menteri Pertanian, Rabu (23/04).
Dalam kegiatan yang terhubung langsung dari Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut, Reza menekankan bahwa pendidikan tidak hanya soal kecerdasan akademik.
“Kita ingin melahirkan lulusan-lulusan yang bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga terampil dan produktif. Pendidikan harus mampu menjawab tantangan zaman, termasuk menjadikan pertanian sebagai profesi masa depan yang strategis dan bergengsi,” tegasnya.
Menurut Reza, arah kebijakan pendidikan di Kalteng akan difokuskan pada penguatan pendidikan vokasi, pelatihan pertanian modern, dan integrasi kurikulum lokal yang berbasis potensi daerah. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian harus menjadi kebanggaan generasi muda.
“Kami akan dorong sekolah-sekolah dan satuan pendidikan untuk membuka ruang diskusi dan kolaborasi dengan dinas teknis agar siswa punya pengalaman nyata dalam bertani. Anak-anak harus diajak untuk melihat pertanian bukan sebagai beban, tapi sebagai peluang,” ujarnya.
Langkah konkret pun telah dijalankan. Reza menyebutkan, banyak sekolah di Kalteng yang kini memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran pangan seperti kacang panjang, kangkung, singkong, jagung, hingga padi. Beberapa sekolah dengan lahan luas bahkan menjadikan kegiatan bertani sebagai praktik rutin bagi siswanya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya kedaulatan pangan bagi masa depan bangsa. Ia menegaskan bahwa hasil pembangunan nasional harus dirasakan merata.
“Kekayaan dan hasil pembangunan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil dan merata,” kata Presiden dalam arahannya secara virtual.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, turut menyampaikan apresiasinya atas semangat petani Indonesia yang kini mendapat perhatian dunia. “Keberhasilan pertanian kita bahkan menarik perhatian Malaysia dan Jepang untuk belajar langsung dari Indonesia,” ungkapnya, menyoroti potensi besar yang dimiliki bangsa ini dalam sektor pangan.
Dari sisi daerah, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran menyampaikan capaian tanam padi yang sudah terealisasi seluas 23.000 hektar dari target nasional 45.000 hektar. Ia optimistis, Kalteng mampu menembus target 100.000 hektar pada 2025.
“Bertani adalah profesi yang mulia dan strategis. Kita harus bangga menjadi bagian dari gerakan pangan nasional,” ujar Agustiar, mengajak generasi muda untuk terlibat aktif.
Berdasarkan data Asem KSA-BPS Kalteng, produksi padi provinsi ini pada Januari hingga Mei 2025 diperkirakan mencapai 130.305 ton gabah kering giling (GKG) dengan nilai ekonomi lebih dari Rp846 miliar. Jika dikonversi ke beras, jumlahnya mencapai 77.401 ton, senilai Rp967 miliar, menjadi andalan pasokan pangan dalam dan luar daerah.
Sebagai bentuk hilirisasi, Pemprov Kalteng kini tengah membangun Rice Milling Plant (RMP) modern di Desa Lempuyang, yang dijadwalkan mulai beroperasi saat panen Agustus–September 2025. Proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak efisiensi dan daya saing sektor pertanian daerah.
Acara tanam padi serentak itu turut dihadiri Forkopimda Kalteng, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalteng Muhammad Ansyari, Dirjen PSP Kementan Andi Nur Alamsyah, para bupati, serta jajaran pejabat Pemprov Kalteng lainnya yang mendukung program ketahanan pangan nasional.
(jv)
















Tinggalkan Balasan