Disdik Kalteng Dorong Penguatan Komunitas Sains
Gubernur Agustiar Sabran: Ciptakan Ekosistem Prestasi yang Berkelanjutan
Palangka Raya — Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat langkah strategis dalam membangun budaya sains di lingkungan sekolah. Dukungan penuh dari Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya menciptakan ekosistem prestasi yang berkelanjutan demi memajukan kualitas pendidikan dan daya saing peserta didik.
Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang baru saja dilaksanakan. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan, Safrudin, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata mengejar medali, melainkan menjadi fondasi penting dalam mengangkat harkat dan martabat pendidikan di provinsi tersebut.
“Hari ini bukanlah akhir dari segalanya, justru ini adalah awal dari sebuah perjalanan besar. Sebuah perjalanan yang mengusung misi mulia, yaitu mengangkat harkat dan martabat pendidikan Kalimantan Tengah melalui prestasi sains di tingkat nasional,” ujar Safrudin membacakan pesan Reza, Senin (16/6).
Lebih jauh, Reza menekankan bahwa para guru pembina memiliki posisi kunci dalam transformasi pendidikan, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai penggerak budaya ilmiah di satuan pendidikan masing-masing.
“Kalimantan Tengah tidak kekurangan potensi. Yang kita butuhkan adalah komitmen dan sinergi yang kuat untuk menumbuhkan, membina, dan mendampingi potensi-potensi itu dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para pendidik yang telah menunjukkan semangat belajar dan dedikasi selama pembinaan berlangsung. Ia berharap pembina OSN dapat terus membangun jaringan kolaboratif yang kuat dalam berbagi strategi dan pengalaman, agar tidak ada potensi siswa yang terabaikan.
Sementara itu, Apip Purnomo, selaku Ketua Panitia, menyampaikan tiga rekomendasi utama sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini. Pertama, pentingnya membangun minat dan antusiasme siswa terhadap ajang OSN. Kedua, melakukan identifikasi dan pemetaan potensi peserta didik sejak dini. Ketiga, membentuk komunitas sains di sekolah, baik melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun forum pembinaan yang terstruktur.
“Setelah kegiatan ini, Bapak Ibu masih akan mendapatkan pelatihan daring lanjutan selama 30 jam. Mari kita jaga semangat dan konsistensi ini agar denyut pembinaan OSN tidak pernah padam,” ungkap Apip.
Menanggapi masukan tersebut, Reza Prabowo menyatakan bahwa Dinas Pendidikan siap mendukung penguatan komunitas sains sebagai sarana eksplorasi dan pengembangan minat siswa terhadap bidang sains. Upaya ini dianggap sejalan dengan visi Gubernur Agustiar Sabran untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang BERKAH, Maju, dan Sejahtera.
Dengan kolaborasi antarpihak, Kalteng optimistis mampu mencetak prestasi membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menumbuhkan generasi muda yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan karakter.
















Tinggalkan Balasan