Logika Publik

Cerdas Mencerdaskan

Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan Berujung Duka, Tiga Personel Polri Gugur dalam Tugas

KATINGAN– Operasi penggerebekan bandar sabu di wilayah Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berujung tragedi. Tiga personel terbaik Polri gugur saat menjalankan tugas penegakan hukum dalam operasi pemberantasan narkotika yang berlangsung sejak 2 Juli 2026.

 

Korban pertama yang gugur adalah **Aipda Yudhie Perdana Putra**, yang meninggal dunia saat terjadi bentrokan dengan pelaku dalam proses penggerebekan pada Kamis 02 Juli 2026. Insiden tersebut menjadi awal duka dalam operasi besar pemberantasan jaringan narkoba di wilayah Katingan.

 

Situasi kemudian semakin dramatis ketika dua personel lainnya dilaporkan hilang dan tenggelam di aliran Sungai Katingan saat proses pengejaran dan operasi berlangsung. Korban kedua, Bripda Nopandri Ramadhana, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu sore 04 Juli 2026 sekitar pukul 15.55 WIB.

 

Sementara itu, korban terakhir, Aiptu Sumariyanto (47), berhasil ditemukan pada Minggu pagi 05 Juli 2026 sekitar pukul 09.00 WIB di DAS Katingan wilayah Desa Rantau Asem, sekitar 8 kilometer dari lokasi awal kejadian. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan hilang selama proses operasi berlangsung.

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa korban ditemukan setelah tim menerima laporan dari masyarakat.

 

“Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban setelah menerima informasi dari masyarakat bahwa melihat jasad yang tersangkut kayu di DAS Katingan Desa Rantau Asem berjarak sekitar 8KM dari lokasi awal. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara,” ungkap Alit.

 

Penemuan Aiptu Sumariyanto sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasi pencarian korban di Sungai Katingan.

 

“Dengan ditemukannya semua korban, maka seluruh tahapan operasi SAR dinyatakan selesai dan secara resmi ditutup,” tutup Alit.

 

Logika Publik

(ERC)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini