APBD Kalteng 2026 Disepakati Rp 7,1 Triliun, Fokus pada Penurunan Kemiskinan dan Infrastruktur
PALANGKA RAYA – DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sepakat menetapkan proyeksi pendapatan daerah tahun 2026 sebesar Rp 7,1 triliun lebih. Kesepakatan ini diambil dalam rapat paripurna ke-18 masa sidang III 2025 di ruang rapat DPRD, Jumat 15 Agustus 2025.
Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, menyebut pendapatan tersebut bersumber dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Transfer, dan sumber pembiayaan sah.
“Proyeksi pendapatan daerah yang realistis dan mengedepankan optimalisasi PAD, Dana Transfer, dan sumber pembiayaan sah, sebesar Rp 7,1 triliun lebih,” ujarnya.
Belanja daerah tahun 2026 ditetapkan Rp 7,37 triliun lebih untuk mendukung program ASTA CITA dan HUMA BETANG, belanja wajib, serta pembiayaan daerah dari SILPA 2025 yang mencapai Rp 266 miliar lebih.
Kesepakatan KUA-PPAS ini merupakan hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kalteng pada 14 Agustus 2025.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap pimpinan dan anggota DPRD Kalteng, atas kerja sama solidnya, sehingga KUA PPAS Tahun Anggaran 2026 dapat kita sepakati,” kata Edy.
Ia menegaskan sinergi eksekutif-legislatif menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
“Sekaligus meneguhkan komitmen kita, bahwa setiap rupiah anggaran akan dikelola dengan penuh tanggung jawab. Dengan berorientasi pada hasil dan untuk memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat,” ucapnya.
















Tinggalkan Balasan