Logika Publik

Cerdas Mencerdaskan

Disdik Kalteng Paparkan Separuh Program Unggulan Kartu Huma Betang Dihadapan DPRD

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo (Foto: ist)
PALANGKA RAYA – Sejumlah program strategis di sektor pendidikan dipaparkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Reza Prabowo, dalam rapat bersama Komisi III DPRD Kalteng, Selasa 24 Juni 2025. Pertemuan ini juga membahas dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Perubahan Tahun 2025.

“Hari ini kami sampaikan progres dan arah kebijakan pendidikan sekaligus menyesuaikan dengan rencana perubahan anggaran tahun 2025,” ujar Reza usai rapat di Gedung DPRD Kalteng.

Salah satu poin penting yang disorot adalah sinergi antara program Dinas Pendidikan dan Kartu Huma Betang, sebagai agenda besar pembangunan SDM di masa kepemimpinan Gubernur Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo. Dari delapan program prioritas Kartu Huma Betang, empat di antaranya dinilai berkaitan langsung dengan sektor pendidikan.

“Separuh dari program Huma Betang menyasar peningkatan kualitas pendidikan. Ini menunjukkan bahwa pembangunan SDM menjadi prioritas utama Pemprov,” tegas Reza.

Beberapa program unggulan yang disebutkan meliputi Bantuan Langsung Tunai (BLT), program sekolah dan kuliah gratis, serta penciptaan lapangan kerja. Dalam konteks penciptaan tenaga kerja terampil, Dinas Pendidikan Kalteng tengah mendorong implementasi PKDS Berkah atau Pelatihan Kompetensi Dasar Siswa, sebuah terobosan yang diklaim pertama kali diluncurkan di Indonesia.

“Melalui PKDS, siswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tapi juga dibekali tiga sertifikat kompetensi dasar yang diakui secara nasional dan bersertifikasi BNSP,” jelasnya.

Tak hanya itu, Disdik juga menguatkan program Prakerin bagi siswa SMK, untuk memberikan pengalaman dunia kerja sebelum mereka lulus. Program ini diklaim mampu menjembatani kebutuhan industri dengan keterampilan siswa.

“Program Prakerin kami dorong agar siswa SMK benar-benar mendapatkan pengalaman langsung di lapangan, bukan sekadar teori,” imbuh Reza.

Di sisi lain, perhatian terhadap tenaga pendidik juga terus digalakkan. Salah satunya melalui program bantuan 1.000 unit rumah guru yang kini tengah dalam tahap mekanisme pengajuan.

“Kami paparkan secara rinci teknis program rumah guru, mulai dari sasaran hingga keunggulan dibandingkan program perumahan lainnya,” pungkasnya.

(jv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini